Rabu, 20 Agustus 2014

Natural Light Untuk Fotografi

Intensitas cahaya

Cahaya langsung yang kuat bisa terasa sangat keras, Sobat bisa menemukan karakter cahaya ini pada hari-hari yang cerah. Cahaya yang keras memperjelas kontras antara cahaya dan bayangan dan bisa terlihat sangat tidak menarik. Sobat akan mendapati subyek yang memiliki bayangan gelap disekitar kantung mata ketika memotret dibawah cahaya matahari yang keras, dan hal ini bisa menyebabkan wajah subyek terlihat lelah

Kontras akan menjadi rendah dan cahaya terlihat lebih menarik ketika memotret dengan cahaya yang kurang intens dan menyebar. Ada beberapa caya yang bisa sobat lakukan untuk mengurangi intensitas serta menyebarkan cahaya ketika matahari bersinar terlalu terang diatas kepala:

Carilah semacam cover atau penutup. Teduhan bisa menjadi difusser yang bagus. Cobalah memotret subye dibawah naungan atau teduhan beranda, teras rumah, atau dibawah bayangan pohon yang besar. ketika memotret ditempat teduh Pastikan subyek ternaungi secara merata, jika ada sedikit saja cahaya matahari yang menembus dan menyinari wajah maka tentu akan mengurangi tampilan foto.

Tidak menemukan tempat teduh? Sobat bisa menggunakan kain transparan yang lebar. Tempatkan kain transparan tersebut diantara subyek dan sumber cahaya. Langit yang berawan bagus membentuk natural light yang bagus untuk fotografi portrait, karena awan yang menutupi cahaya matahari bisa berperan sebagai diffuser. Sobat pada hari yang berawan/mendung mungkin akan perlu untuk menggunakan teknik fill flash agar detail wajah pada subyek masih bisa menonjol dalam foto.

Jika Sobat memotret di dalam ruangan dan menggunakan cahaya matahari yang melewati jendela sebagai sumber cahaya, maka tempatkan subyek sedikit menjauh dari jendela untuk mengurangi intensitas cahaya. Sobat juga bisa menggunakan tirai jendela atau kain transparan diantara subyek dan jendela sebagai difusser.

 

Warna Cahaya

Beberapa cahaya bisa dikatakan "dingin" dan memiliki warna kebiru-biruan, dan beberapa cahaya hangat serta memiliki warna emas. Mata kita secara alami bisa beradaptasi dengan perubahan warna tersebut agar warna terlihat sama ketika dalam kondisi beragam pencahayaan, tetapi tidak pada kamera, oleh karena itu pengaturan white balance dirasa sangat penting. Ketika bekerja dengan natural light atau cahaya alami Sobat bisa menggunakan pengaturan white balance sesuai dengan jenis pencahayaan yang ada seperti sunny, shade atau cloudy, dan lain-lain.

Pengaturan white balance ini mungkin tidak selalu memberikan hasil warna foto yang benar. Warna obyek yang manjadi media pantulan cahaya juga akan mempengaruhi warna cahaya. Jika warna foto tidak benar bisa menyebabkan warna kulit subyek terlihat seperti sakit. Pengaturan white balance terbaik pada kamera adalah custom white balance. Selalu simpan grey card di tas kamera kalian, sehingga Sobat bisa mengatur custom white balance kapan saja saat memotret.

 

Arah Cahaya

Mengetahui dari mana arah cahaya akan membantu kalian dalam memposisikan subyek guna mendapatkan foto terbaik. Mungkin banyak asumsi bahwa posisi terbaik adalah menempatkan subyek menghadap langsung cahaya matahari yang terang agar bagian wajah bisa diterangi, tapi ini bukanlah pilihan yang selalu baik. Subyek yang menghadap matahari secara langsung matanya akan cenderung akan menyipit karena silau. Hal ini juga akan menyebabkan bayangan disekitar kantung mata yang menyebabkan wajah subyek tampak lelah.

Coba potretlah subyek yang diposisikan membelakangi sumber cahaya. Backlight akan menghasilkan higlight yang bagus disekitar rambut, gunakan reflektor atau fill flash untuk mengisi bayangan dan mengangkat detail dibagian wajah. Pilihan posisi bagus lainnya adalah menempatkan subyek disisi atau sedikit dibelakang mereka.

Tips Fotografi Fashion

  • Riset dan Perencanaan
Sebelum melakukan pemotretan, lakukanlah sedikit penelitian. Lihatlah fotografi fashion terkenal untuk mendapatkan ide-ide. Mendapatkan inspirasi dari fotografer lain akan membantu anda menemukan gaya anda sendiri.
Setelah melakukan penelitian, mulailah membuat rencana. Pastikan apakah anda ingin memotret di dalam atau di luar ruangan. Menyusun konsep yang lengkap untuk pemotretan. Ini adalah salah satu tips fotografi fashion yang paling penting, karena yang menceritakan sebuah cerita adalah salah satu yang terbaik.
Persiapkan segala sesuatunya dengan baik. Pastikan bahwa anda siap dan telah merencanakan serta meneliti dengan baik. Hal ini akan membantu anda mendapatkan gambar terbaik.
  • Dapatkan Pencahayaan yang Tepat
Entah anda merencanakan pemotretan fashion di luar atau di dalam ruangan, anda perlu mengatur pencahayaan yang tepat. Jika berencana untuk mengambil gambar di dalam ruangan, pastikan bahwa anda memiliki studio yang diatur dengan benar serta pencahayaanyang tepat.
Jika anda memotret di luar ruangan, anda harus mengatur untuk melakukannya saat bisa didapatkannya cahaya terbaik. Yaitu memotret pada saat setelah matahari terbit dan sebelum matahari terbenam.
  • Pada Saat Pemotretan
Setelah perencanaan dengan matang. Sekarang anda harus mendapatkan hal yang benar pada saat pemotretan.
  1. Kenali model. Berbicara dengan mereka saat mereka berdandan atau beristirahat untuk mencoba menjalin hubungan. Memiliki hubungan yang baik dengan subjek akan membuat sesi pemotretan lebih baik. Baik anda ataupun model akan merasa lebih nyaman.
  2. Berikan arahan. Jangan takut untuk memberikan arahan. Ini sesi pemotretan anda dan mempunyai sebuah cerita untuk ditampilkan. Anda harus mengkomunikasikannya kepada orang-orang di dalam gambar. Yakinlah tentang pandangan anda untuk gambar tanpa menjadi terlalu memerintah atau bersikap kasar.
Pada saat fotografi fashion, anda pasti mengambil banyak gambar . Pastikan anda memiliki baterai dan memori ekstra terutama saat memotret di luar ruangan. Sangat penting untuk mempersiapkan segalanya dengan baik.

Tips Memilih Lokasi Foto

  • Pilih Tempat yang Bermakna
Sangat mudah untuk memilih lokasi portrait berdasarkan kenyamanan. Misalnya, jika anda tinggal di dekat taman, memang bagus untuk menggunakannya sebagai lokasi pemotretan. Ini mungkin terlihat menarik, tetapi hal ini tidak selalu merupakan pilihan terbaik.
Ingat bahwa setiap subjek adalah individu yang unik, dengan kepribadian mereka sendiri. Luangkan waktu untuk mengenal subjek anda. Cari tahu tentang hobi dan tempat-tempat favorit mereka kemudian menggabungkannya ke dalam fotografi anda.
Dengan menggunakan suatu lokasi yang berarti untuk subjek, anda akan mendapatkan foto yang jauh lebih personal dan bermakna. Mereka cenderung merasa lebih santai, secara otomatis membantu anda menangkap gambar lebih terlihat alami.
  • Gunakan Pencahayaan Alami
Jika memungkinkan, pilihlah lokasi yang terang yang oleh cahaya alami. Ketika pengambilan gambar di luar ruangan sangat penting untuk menghindari sinar matahari langsung karena hal ini menghasilkan bayangan yang sangat tajam. Carilah beberapa naungan ringan seperti pohon atau area tempat duduk yang tertutup, di mana sinar matahari lebih lembut. Pilihan lain adalah memotret di pagi atau sore hari ketika matahari tidak begitu kuat.
Jika anda memotret di dalam ruangan, usahakan posisi subjek anda dekat sebuah jendela sehingga anda dapat memaksimalkan setiap cahaya alami yang tersedia. Tergantung pada anggaran dan peralatan yang dimiliki, anda dapat melengkapinya dengan pencahayaan buatan jika diperlukan.
  • Di Dekat Tempat Berteduh/Berlindung
Jika anda memilih lokasi portrait di luar ruangan, selalu ada kemungkinan cuaca akan merusak sesi pemotretan. Cobalah untuk memiliki rencana cadangan jika cuaca berubah menjadi buruk. Carilah lokasi yang memiliki semacam tempat berteduh terdekat, seperti jembatan, halte atau kafe. Ini bisa menjadi penyelamat ketika hujan, membantu anda menjaga diri, peralatan, dan subjek anda agar tidak kehujanan. Hal ini sangat penting apalagi jika mereka membayar.
Jika cuaca benar-benar tidak memungkinkan untuk melanjutkan sesi, anda dapat memindahkan seluruh pemotretan di bawah penutup. Dengan sisi terbuka tempat berteduh, anda dapat mengkomposisi ulang dengan tetap menjaga background alami subjek selama pencahayaan cukup baik.
  • Pilih Suatu Tempat yang Tenang
Tempat-tempat ramai, seperti kota-kota atau taman umum yang sibuk, adalah salah satu lokasi kurang baik untuk portrait. Anda akan terus menunggu orang untuk keluar dari frame karena banyaknya orang yang lewat, ditambah subjek mungkin akan merasa malu dan kurang santai.
Menemukan lokasi yang tenang, terpencil tidak sesulit seperti kelihatannya. Jika anda harus memotret di kota, carilah tempat yang tidak terlalu ramai di mana anda dan subjek dapat menyiapkan segala sesuatu tanpa terganggu.
Lebih baik lagi, menghindari kota sama sekali menuju pantai terpencil, padang rumput, atau pegunungan. Ini semua memberikan latar belakang yang bagus untuk portrait, memberikan  banyak kesempatan untuk bergerak dan bereksperimen dengan berbagai pose dan sudut.